Menghadiri Walimah Tanpa Diundang

Hasil Bahtsul Masail    

        Sering kita jumpai berbagai macam acara hajatan yag dilakukan di sekitar kita, mulai dari acara pernikahan, selamatan, tasyakuran, dan lain sebagainya.dalam acara tersebutpun juga berbagai macam cara untuk mendatangkan tamu tamuya. Asa dengan undangan adapula tanpa undangan.
Pertanyaan
         Bagaimana hukum mendatangi peringatan 7 hari kematian seseorang tanpa diundang dimana dalam acara tersebut sohibul hajat menyebarkan undangan untuk para tamunya ?

Hasil Bahtsul Masail Menyuntik Pasien Mati Karena Hajat

Jawaban :
        Hukumnya adalah haram, dan yang demikian disebut tathafful(ikut-ikutan), kecuali jika diketahui ridlonya shohibul hajat maka tidak mengapa.
أسنى المطالب - (ج 15 / ص 427
( وَيَحْرُمُ التَّطَفُّلُ ) وَهُوَ حُضُورُ الْوَلِيمَةِ مِنْ غَيْرِ دَعْوَةٍ إلَّا إذَا عَلِمَ رِضَا الْمَالِكِ بِهِ لِمَا بَيْنَهُمَا مِنْ الْأُنْسِ وَالِانْبِسَاطِ .وَقَيَّدَ ذَلِكَ الْإِمَامُ بِالدَّعْوَةِ الْخَاصَّةِ أَمَّا الْعَامَّةُ َأَنْ فَتَحَ الْبَابَ لِيَدْخُلَ مَنْ شَاءَ فَلَا تَطَفُّلَ وَالطُّفَيْلِيُّ مَأْخُوذٌ مِنْ التَّطَفُّلِ وَهُوَ مَنْسُوبٌ إلَى طُفَيْلٍ رَجُلٍ مِن أَهْلِ الْكُوفَةِ آَانَ يَأْتِي الْوَلَائِمَ بِلَا دَعْوَةٍ فَكَانَ يُقَالُ لَهُ طُفَيْلُ الْأَعْرَاسِ ( وَلَهُ ) أَيْ لِلضَّيْفِ ( حَمْلُ مَا عَلِمَ رِضَاهُ ) أَيْ الْمُضِيفِ ( بِهِ لَا إنْ شَكَّ ) فِيهِ
Artinya : (Dan haram tathafful) yakni mendatangi walimah tanpa mendapat undangan kecuali bila tampak ridla dari pemilik karena ada rasa tenang atau senang antara keduannya ...
(حاشية الجمل - (ج 17 / ص 399
وَأَمَّا التَّطَفُّلُ ، وَهُوَ حُضُورُ الدَّعْوَةِ بِغَيْرِ إذْنٍ فَحَرَامٌ إلَّا أَنْ يَعْلَمَ رِضَا رَبِّ الطَّعَامِ لِصَدَاقَةٍ أَوْ مَوَدَّةٍ وَصَرَّحَ
جَمَاعَةٌ مِنْهُمْ الْمَاوَرْدِيُّ بِتَحْرِيمِ الزِّيَادَةِ عَلَى قَدْرِ الشِّبَعِ وَلَا تَضْمَنُ
        Artinya : Adapun hukum menerombol (menghadiri undangan tanpa izin) maka haram hukumnya kecuali bila diketahui kerelaan dari pemilik jamuan karena jamuannya disediakan untuk sedekah atau ramah tamah.Segolongan ulama seperti alMawardi membatasinya tidak melebihi kadar kenyang dan baginya tidak diwajibkan mengganti apa yang ia makan (bila terdapat kerelaan pemilik jamuan)


Previous
Next Post »
Thanks for your comment